alt_text: Monas memukau malam hari dengan video mapping dan air mancur berwarna-warni.
Travel and Experience

Pesona Monas Malam Hari: Video Mapping & Air Mancur

0 0
Read Time:3 Minute, 39 Second

naturesmartcities.com – Setiap akhir tahun, monas menjelma panggung raksasa terbuka di tengah Jakarta. Bukan sekadar tugu ikonik, area ini berubah menjadi ruang seni visual dan pertunjukan air yang memikat. Bagi warga ibu kota yang enggan terjebak macet ke luar kota, monas menawarkan alternatif liburan malam yang terasa meriah namun tetap terjangkau.

Perpaduan video mapping di dinding monas dengan atraksi air mancur menari menghadirkan pengalaman multisensori. Cahaya, suara, gerak air, serta keramaian pengunjung berpadu menciptakan atmosfer perayaan. Momen ini sekaligus mengingatkan bahwa monas bukan hanya simbol sejarah, melainkan ruang publik dinamis yang terus berevolusi mengikuti zaman.

Jadwal Akhir Tahun Monas: Apa Saja yang Perlu Dicatat?

Menjelang pergantian tahun, jadwal pertunjukan di monas biasanya disusun lebih padat. Video mapping umumnya digelar pada malam hari, sekitar pukul 19.00 hingga 21.00, dengan beberapa sesi pemutaran. Sementara atraksi air mancur menari sering dijadwalkan berdekatan, sehingga pengunjung bisa menikmati keduanya dalam satu kunjungan. Pola ini konsisten dari tahun ke tahun, meski detail jam dapat berubah mengikuti kebijakan pengelola.

Untuk liburan akhir tahun 2025, besar kemungkinan monas kembali menghadirkan kombinasi tontonan keluarga ini. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya penyesuaian jam, terutama pada malam puncak pergantian tahun. Kadang ada sesi tambahan menjelang tengah malam, karena arus pengunjung meningkat drastis. Walau begitu, pengunjung tetap disarankan mengecek informasi resmi mendekati tanggal kunjungan.

Saya memandang penjadwalan ini bukan sekadar urusan teknis, tapi bagian dari strategi menghidupkan monas sebagai ruang publik. Jadwal terstruktur membantu membagi kerumunan, mengurangi penumpukan massa di satu jam tertentu. Selain itu, pengunjung memperoleh kepastian kapan momen terbaik menikmati cahaya berwarna di badan monas serta koreografi air mancur berlatar musik. Dengan perencanaan matang, pengalaman wisata kota terasa lebih tertata.

Video Mapping Monas: Museum Terbuka di Langit Jakarta

Video mapping di monas menghadirkan cara baru bercerita tentang Jakarta dan Indonesia. Permukaan tugu menjelma layar raksasa vertikal. Visual sejarah, motif batik, hingga ilustrasi futuristik saling berganti mengikuti alur narasi. Sering kali, tema mengangkat perjalanan kemerdekaan, keberagaman budaya, atau semangat kota modern. Tanpa harus masuk museum, pengunjung seolah menghadiri kelas sejarah terbuka berbalut teknologi.

Dari sudut pandang pribadi, kekuatan utama video mapping monas terletak pada kemampuannya menyatukan generasi. Anak-anak terpukau warna cerah, remaja sibuk mengabadikan momen, orang tua menikmati cerita yang terasa akrab. Monas tidak lagi tampak kaku, melainkan hidup. Cahaya bergerak di permukaan tugu memberi kesan seakan-akan bangunan berbicara langsung kepada penonton.

Secara teknis, video mapping juga menunjukkan bahwa monas sanggup mengikuti perkembangan zaman. Kota besar dunia memakai teknik serupa untuk merayakan momen penting. Ketika monas memanfaatkannya, simbol nasional ini tidak tertinggal. Justru, ia berdiri sejajar ikon global seperti menara, katedral, atau balai kota di luar negeri. Ada kebanggaan tersendiri menyaksikan monas bercahaya, memproyeksikan cerita lokal ke langit malam Jakarta.

Air Mancur Menari Monas: Ritme Air, Musik, dan Cahaya

Selain video mapping, atraksi air mancur menari menjadi magnet kuat di area monas. Kolam air mancur memancarkan semburan air yang tersusun ritmis mengikuti alunan musik. Lampu warna-warni menyoroti tiap gerakan, menciptakan pola menari yang terasa hidup. Dari jauh, pengunjung melihat tarian air yang sesekali membentuk lengkungan tinggi, lalu kembali turun lembut seperti tirai.

Bagi saya, pesona air mancur menari di monas justru muncul pada detail kecil. Misalnya, saat anak-anak mencoba menebak kapan semburan tertinggi akan muncul. Atau ketika pasangan muda memilih duduk agak jauh, menikmati refleksi cahaya di permukaan air. Atraksi ini tidak sekadar hiburan visual, tetapi ruang interaksi sosial. Orang saling berbagi reaksi kagum, tertawa bersama, lalu merekam sedikit potongan memori untuk dibawa pulang.

Dari sisi kota, keberadaan air mancur menari memberi nilai tambah pada monas sebagai destinasi malam hari. Sebelumnya, banyak warga hanya mengaitkan monas dengan aktivitas siang, kunjungan ke puncak tugu, atau museum di bawahnya. Kini, ada alasan kuat datang setelah matahari tenggelam. Kombinasi udara lebih sejuk, lampu kota, serta tarian air menghadirkan suasana yang jarang ditemui di ruang publik lain Jakarta.

Mengatur Waktu Kunjungan: Strategi Menikmati Monas Lebih Maksimal

Menghadapi liburan akhir tahun 2025, saya menyarankan pengunjung menyusun strategi kunjungan ke monas dengan cermat. Datang sedikit lebih awal sebelum jam video mapping memberi waktu mengeksplorasi area sekitar, membeli jajanan, atau mencari posisi menonton terbaik. Perhatikan pula akses transportasi umum agar tidak terjebak kemacetan, terutama menjelang malam pergantian tahun. Dengan kesiapan sederhana ini, pengalaman menikmati video mapping serta air mancur menari di monas akan terasa lebih nyaman. Pada akhirnya, monas bukan semata objek wisata, melainkan cermin cara kita memaknai kota: apakah sekadar tempat lewat, atau ruang bertemu, merenung, serta merayakan kebersamaan di bawah langit Jakarta.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %