Travelguide Hemat: Menyusuri Kuwei Gunting Medan
naturesmartcities.com – Medan selalu punya cara menggoda wisatawan lewat jajanan kaki lima legendaris. Salah satu yang paling sering diburu penggemar kuliner malam adalah kuwei gunting, kudapan sederhana berbahan tepung beras, telur, serta kuah kental gurih-manis. Melalui travelguide ini, saya ingin mengajak Anda merasakan pengalaman menjajal kuwei gunting dengan bujet sekitar Rp40 ribuan saja, tanpa merasa pelit atau kehilangan sensasi petualangan.
Berbeda dari ulasan kuliner biasa, travelguide ini memadukan rute singkat, estimasi biaya, hingga trik kecil agar perburuan kuwei gunting lebih terarah. Anda akan diajak melangkah pelan, mulai dari persiapan sore hari hingga kembali ke penginapan malam nanti, lengkap bersama sudut pandang pribadi mengenai cita rasa, suasana, serta dinamika kuliner jalanan Medan yang terus bergerak.
Table of Contents
ToggleTravelguide Singkat: Memetakan Perjalanan Kuwei Gunting
Sebelum berangkat, tentukan dulu titik awal. Mayoritas wisatawan biasanya menginap di sekitar pusat kota, misalnya kawasan Jalan Zainul Arifin, Iskandar Muda, atau sekitar Merdeka Walk. Travelguide ini mengasumsikan Anda berangkat dari area pusat tersebut menuju sentra kuwei gunting legendaris di malam hari. Jam ideal berkisar pukul 18.30–21.00, ketika udara tak terlalu terik serta pedagang sudah ramai melayani pelanggan.
Siapkan bujet Rp40 ribuan untuk satu orang, sudah cukup meliputi satu porsi kuwei gunting, minuman, plus ongkos transport lokal. Untuk transportasi, Anda bisa memilih becak motor, ojek online, atau berjalan kaki bila jarak dekat. Dari sudut pandang saya, berjalan kaki sejauh 10–15 menit justru memberi nilai tambah, karena Anda dapat mengamati ragam kedai kopi tua, warung mi, hingga penjual camilan lain yang memeriahkan suasana.
Struktur travelguide ini akan mengikuti alur kronologis: persiapan sebelum berangkat, perjalanan menuju lokasi, pengalaman mencicipi kuwei gunting, lalu penutup berupa refleksi singkat. Pendekatan ini memudahkan pembaca menyesuaikan rute masing-masing sambil tetap menjaga bujet. Jadi, anggap tulisan ini sebagai peta cerita, bukan sekadar daftar rekomendasi makanan.
Persiapan Bujet Rp40 Ribuan Sebelum Berburu
Langkah awal terpenting dalam travelguide kuliner hemat ialah mengatur bujet secara rinci. Dari Rp40 ribuan, alokasikan sekitar Rp15.000–Rp20.000 untuk satu porsi kuwei gunting. Harga bisa berbeda tergantung lokasi dan topping tambahan, namun rentang tersebut cukup aman sebagai patokan. Sisanya dapat dibagi untuk minuman segar, biaya transport lokal, serta dana cadangan kecil bila ingin mencoba kudapan lain.
Saya pribadi menyarankan menyiapkan uang tunai pecahan kecil, misalnya Rp5.000 dan Rp10.000, karena banyak pedagang kaki lima belum memakai pembayaran digital. Uang pas membuat proses transaksi lebih praktis, juga menghindari situasi canggung ketika penjual kesulitan mencari kembalian. Selain itu, bawalah tas selempang kecil agar dompet, ponsel, dan tisu mudah dijangkau tanpa merepotkan.
Persiapan non-finansial tidak kalah penting. Pakaian nyaman, sandal atau sepatu tertutup, serta payung lipat untuk antisipasi hujan akan membuat pengalaman kuliner lebih menyenangkan. Saya selalu membawa tisu basah dan hand sanitizer, mengingat area jajanan malam kerap penuh asap masakan dan tangan mudah kotor. Detail kecil seperti ini sering luput, padahal sangat memengaruhi kenyamanan sepanjang rute travelguide kuliner.
Menuju Lokasi Legendaris: Rasa Kota di Atas Roda
Sekarang saatnya membahas cara mencapai sentra kuwei gunting. Jika menginap di pusat kota Medan, Anda bisa memesan ojek online dengan tarif sekitar Rp8.000–Rp15.000 sekali jalan, tergantung jarak dan jam sibuk. Dalam travelguide hemat, angka ini masih masuk akal karena total pulang-pergi berkisar Rp20 ribuan. Alternatif lain, gunakan becak motor tradisional, lalu negosiasikan harga sebelum naik, biasanya sedikit di atas tarif ojek online, namun menghadirkan nuansa lokal lebih kuat.
Saya pribadi menyukai opsi berjalan kaki bila jarak kurang dari dua kilometer. Jalan pelan menyusuri kota menghadirkan narasi tambahan di luar sekadar titik tujuan. Lampu-lampu warung, suara pedagang memanggil pembeli, aroma bawang tumis serta kaldu dari kedai mi, semuanya menyatu membentuk latar cerita. Dari kacamata travelguide, bagian perjalanan seperti ini justru tak kalah penting dibanding momen menyuap kuwei gunting pertama.
Setiba di area jajanan, luangkan beberapa menit untuk mengamati. Cari lapak kuwei gunting yang antreannya stabil namun tidak berlebihan. Antrean terlalu panjang berpotensi menguras waktu sekaligus energi, sementara lapak terlalu sepi bisa memunculkan pertanyaan soal konsistensi rasa. Saya biasanya memilih penjual dengan suasana ramai wajar, plus interaksi ramah terhadap pelanggan. Pilihan penjual sering menentukan seberapa berkesan keseluruhan pengalaman travelguide kuliner.
Mengenal Kuwei Gunting: Tekstur, Kuah, dan Nostalgia
Sebelum menilai rasa, ada baiknya memahami dulu seperti apa karakter kuwei gunting. Kudapan ini umumnya terbuat dari adonan tepung beras yang dituang tipis ke loyang, lalu dikukus hingga teksturnya lembut namun kenyal. Setelah matang, lembaran tersebut digunting menjadi potongan kecil lalu disiram kuah kental. Dari sinilah nama “kuwei gunting” berasal. Bagi saya, konsep sederhana ini justru memunculkan ruang eksplorasi rasa cukup luas.
Kuah menjadi penentu utama kelezatan. Setiap penjual punya resep rahasia. Ada yang menonjolkan rasa gurih santan dengan sentuhan asin, ada pula yang bermain pada manis legit serta aroma pandan. Sebagai penikmat, saya cenderung menyukai versi seimbang: gurih halus, manis ringan, dengan rempah lembut tidak menusuk. Di konteks travelguide, Anda bisa menjadikan kuah sebagai standar pribadi untuk membandingkan beberapa lapak bila waktu mencukupi.
Hal menarik lain terletak pada topping. Sebagian penjual menambahkan bawang goreng renyah, irisan daun bawang, atau bahkan sambal halus bagi penggemar pedas. Kombinasi tekstur kenyal, kuah kental hangat, serta taburan garing menciptakan sensasi unik di mulut. Saya sering menyarankan pembaca travelguide untuk mencoba versi polos terlebih dahulu, baru kemudian bereksperimen dengan tambahan sambal atau saus lain. Pendekatan bertahap membantu Anda lebih peka terhadap karakter dasar hidangan.
Analisis Rasa vs Bujet: Apakah Layak Diburu?
Di titik ini, muncul pertanyaan penting: seberapa layak kuwei gunting dijadikan tujuan utama travelguide Medan dengan bujet terbatas? Menurut saya, nilai utama hidangan ini bukan semata pada kadar kenyang. Kuwei gunting lebih mendekati comfort food, penghangat suasana malam yang menutup hari panjang menjelajahi kota. Tekstur lembut dan kuah hangat membuatnya cocok dinikmati pelan-pelan sambil mengamati keramaian sekitar.
Bila dihitung kasar, satu porsi kuwei gunting seharga Rp15.000–Rp20.000, satu minuman sekitar Rp8.000–Rp10.000, serta ongkos transport pulang-pergi Rp20 ribuan. Total bisa sedikit melampaui Rp40.000, namun masih realistis bila Anda berjalan kaki satu arah atau memilih penginapan dekat kawasan kuliner. Bagi saya, kompromi kecil ini sepadan dengan pengalaman otentik yang tidak mudah ditemukan di kota lain.
Dari sisi travelguide, kuwei gunting punya kelebihan sebagai titik temu tiga unsur utama: harga terjangkau, cita rasa khas, serta atmosfer lokal kuat. Anda tidak sekadar menyantap makanan, tetapi ikut masuk ke ritme kota lewat interaksi singkat dengan penjual dan pelanggan lain. Elemen sosial ini sering terabaikan dalam ulasan kuliner singkat, padahal justru memberi nilai tambah yang sulit diukur angka.
Tips Praktis untuk Pengalaman Maksimal
Agar perjalanan mengikuti travelguide ini lebih menyenangkan, saya merangkum beberapa saran singkat. Pertama, datang sedikit lebih awal agar stok belum menipis serta tempat duduk masih tersedia. Kedua, amati kebersihan area sekitar lapak sebelum memesan, gunakan intuisi bila merasa ragu. Ketiga, ajak teman seperjalanan untuk berbagi beberapa menu berbeda; kuwei gunting bisa dipadukan dengan jajanan lain tanpa membuat kantong jebol. Keempat, jangan sungkan mengobrol singkat dengan penjual, tanyakan sudah berapa lama berjualan atau cerita di balik resep kuah. Sering kali, dari percakapan ringan tersebut, perjalanan kuliner biasa meningkat menjadi pengalaman personal, meninggalkan kesan hangat lebih lama dari rasa gurih-manis yang baru saja Anda cicipi.
Penutup: Travelguide, Memori, dan Rasa yang Tertinggal
Setelah menelusuri langkah demi langkah, terlihat jelas bahwa kuwei gunting tak hanya sekadar jajanan malam pinggir jalan. Ia menyimpan lapisan cerita tentang kebiasaan warga, cara kota bergerak setelah senja, hingga kreativitas pedagang merawat resep turun-temurun. Melalui travelguide sederhana ini, saya ingin menunjukkan bahwa pengalaman otentik kadang hadir dari hidangan paling ringkas, bukan dari restoran megah dengan lampu temaram serta menu tebal.
Bujet Rp40 ribuan mungkin terasa biasa saja, namun ketika dipecah menjadi rute, pilihan transportasi, interaksi kecil, serta analisis rasa, angka tersebut menjelma menjadi rangkaian memori. Dari sudut pandang pribadi, perjalanan singkat mencicipi kuwei gunting di Medan justru menjadi semacam jeda reflektif. Di tengah hiruk pikuk kota besar, Anda duduk di bangku plastik, memegang mangkuk hangat, menyadari bahwa kenikmatan tidak selalu memerlukan pengorbanan finansial besar.
Pada akhirnya, travelguide terbaik bukan hanya yang memberi daftar rekomendasi tempat makan, melainkan yang mendorong pembaca mengamati kota lebih pelan, lebih peka. Kuwei gunting menawarkan alasan tepat untuk berhenti sejenak, menatap sekitar, lalu bertanya pada diri sendiri: bagaimana saya ingin mengingat perjalanan ini? Bila suatu hari nanti aroma kuah hangat itu terlintas kembali dalam ingatan, mungkin Anda akan tersenyum kecil, teringat bahwa sepotong kecil jajanan sederhana pernah menjadi pintu masuk menuju pemahaman baru tentang sebuah kota bernama Medan.
Anda Mungkin Suka Juga
3 Hari 2 Malam di Pattaya: Hemat, Seru, Penuh Rasa Nusantara
Desember 22, 2025
Petualangan Akhir Tahun di Jakarta: Destinasi Terbaru untuk Si Kecil
November 24, 2025